hatiku percaya Tuhan punya rencana……
Hari ini, sebenarnya biasa saja. Seperti biasa, tiap pagi matahari itu bersinar, terik dari jendela kamarku yang cukup besar hingga melebihi cahaya lampu yang menggantung di langit kamarku. Mata ini rasanya masih mengantuk dan ingin terus terkatup. Sedikit aku berusaha memjelikkan mata demi melihat jarum pendek dari lingkaran waktu yang hanya 1 meter di depanku. Sudah pukul 6.30 pagi rupanya. Waktu itu berjalan pelan-pelan, karena hampir dalam setiap tidurku aku harus terbangun beberapa kali sampai akhirnya aku bangun pagi. Satu-satunya hal yang membuatku tak terbangun di tengah pagi adalah kelelahan yang amat sangat. Pertama kali mata ini terbuka, jarum pendek itu masih di angka 1, bangun lagi melihatnya sudah bergerak 2 angka, dan waktu terakhir bangun arahnya sudah mencapai 5. Lelah memang terbangun begitu. Tapi aku sudah sangat terbiasa, bahkan jadi aneh kalau tidak terbangun minimal sekali saja sebelum benar-benar mata ini melek.
Wuah…waktu bangun aku tersadar hari ini adalah hari ke-15 dalam libur lebaran, yang artinya waktu liburanku hanya tinggal 3 hari lagi. Rasanya ingin sekali kembali ke hari pertama liburan dan mulai mengerjakan TA, terbayang TA hanya tersentuh di hari-hari pertama saja dan kini banyak tugas menumpuk untuk dibawa ke meja para dosen. Belum lagi ujian tengah semester yang menanti. Oh Tuhan, kemana saja aku selama ini??
Sebenarnya sudah sejak hari ke-12 kemarin aku mulai tergerak melakukan pekerjaan yang berguna. Apalagi, semuanya hanya agar liburan yang cukup panjang ini tak berlalu begitu saja. Akhirnya kuputuskan membeli 2 buah buku yang membuatku penasaran dan selama ini tak terlalu kuambil pusing. Mungkin terkena efek habis menonton laskar pelangi dan cita-citaku dari dulu. Kubeli juga sang pemimpi dan edensor itu untuk memanjakan diriku. Tak ayal lagi sampai hari ke-14, aku bertekun menyelesaikan 2 buku itu. TA, tugas, dan bahan ujian pun belum tersentuh, bahkan sampai sekarang aku menulis ini. Tapi aku harus segera mengerjakannya setelah tulisan ini selesai.
Cukup panjang perjalanan hari ini dalam ukuran liburan. Aku bergegas mandi, dan pergi ke pos berjalan yang ada depan kampus untuk mengirim pesanan abangku. Setelah itu, aku ke bank menyimpan beberapa rupiah. Bisa cepat nanti rupiah itu berlalu kalau masih tetap ada di tanganku. Aku menghentikan angkutan menuju 1 tempat lagi yang ingin kutuju. Di perjalanan, ada pesan yang muncul di layar si merah. Cepat kubaca dan…
“Astaga…hampir saja aku lupa janjiku kemarin”, ujarku pada diriku sendiri.
Aku pun turun tepat di depan sebuah supermarket mini. Kuurungkan niatku menuju 1 tempat lagi itu. Aku masuk ke dalam supermarket dan membeli makanan. Selanjutnya kuputuskan pulang dulu ke kosan, dan membuat janji bareng dengan pengirim SMS tadi jam 12.
Sampai di kosan, kembali penipuan sacha tersiar. Teganya kau sach, pikirku dalam hati. Entah apa yang dipikirkan pria yang masih menyimpan pesona itu, layaknya pria baru dewasa. Tapi kupikir-pikir, rasanya sulit menerima kenyataan sampai kita ada dalam kenyataan itu. Biarlah Tuhan yang menjadi hakim mereka. Menunggu jam 12, aku kembali terlarut di depan komputer. Sampai ada suara jeritan si merah. Kami pun berangkat menuju banyak tempat peradaban (hahaha…).
Keluar dari salah satu bukti peradaban dan orientasi manusia yang semakin tinggi di mata dunia, sobatku mengajakku melihat-lihat di salah satu toko buku. Dari dulu dia pernah bilang kalau toko ini lebih murah dari pusat buku yang megah nan mahal itu. Awalnya aku ragu, begitu pun dia, kalau toko buku ini ada di sekitar tempat kami berada. Namun setelah kami keluar dari gedung bersimbolkan perempuan itu, di seberang agak ke kiri, terpancang billboard “TOGAMAS”. Muka kami pun berseri, karena akhirnya kami menemukan toko buku yang katanya murah itu. Pembuktian terakhir adalah kisaran harga dan jenis buku di dalamnya.
Kami masuk dan melihat-lihat. Beberapa buku yang kupegang, semua diberi tanda diskon 15% di barcodenya. Namun, mana ku tahu berapa harga sebenarnya. Dengungan pikiran negatif itu terus mengalun dalam otakku ini sampai kutemukan trik. Trik yang paling ampuh untuk melihat apakah toko ini memang lebih murah dibanding toko yang terkenal itu, aku mencari sang pemimpi dan edensor. Jelas saja, harga buku itu masih terrekam jelas di kepalaku. Kucari, namun tak kutemukan. Aku bertanya ke salah seorang petugas yang langsung menunjukkan posisinya.
Langsung dengan sigap aku melihat barcode di bagian belakang buku sang pemimpi. Rp. 49000 dengan diskon 15% menjadi 41650. Cihuyy…toko ini memang benar-benar lebih murah. Aku dan sobatku seperti menemukan emas di tengah lumpur. Dengan lugas kukatakan padanya, tempat ini akan menjadi toko buku favoritku.
Ingin rasa melengkapi koleksi dengan membeli laskar pelangi. Tapi setelah diberi tahu petugasnya jika membeli 3 edisi itu sekaligus maka akan mendapat diskon 25%, semangatku langsung pudar. Kenapa tak dari dulu saja aku tahu tempat ini, pikirku. Dan, laksana pahlawan, sobatku itu bilang, “Aku mau beli sang pemimpi dan edensor. Dan kau beli laskar pelangi. Jadi kita diskon 25%. Disampul lagi” Waduh senangnya minta ampun, walau aku merasa sedikit tidak enak kalau misalnya dia terpaksa. Seperti mengerti, dia lanjutkan lagi, “Aku memang mau koleksi kok”. Aku pun lega.
Kami pun dengan semangat membayar di kasir, sampai-sampai pas kasirnya bilang semuanya 120ribuan gitu, aq ngasi 50 ribu aja dan menunggu kembalian. Si kasir pun terbengong, lama juga aq baru tersadar,,,setelah tersadar….alah, makjang malunya…hahahhaa….. Setelah bayar, kami pulang, belanja bentar di pasar, dan sampai di kosan dengan keadaan capekkkk…..fiuhh….
Sampai di kosan, aq ketok-ketok kamar depan. Tapi gak ada jawaban. Aku pun masuk kamar lagi dan ngenet. Beberapa lama kemudian, aq mandi. Selesai mandi, aq ketok kamarnya lagi. Mau nanya apa dari tadi siang dia uda makan apa belum, sekalian ngajak beli makan malam. Akhirnya dia buka juga,,,kelihatan tampangnya in not her mood to me. Sempat bingung juga,,kok tampangnya gitu yah?? Tapi aq tanya aja apa dia uda makan ato belum, dia bilang uda. Trus akhirnya dia keluarkan unek-uneknya. Dan hari itu aq diberi kesabaran oleh Tuhan Yesus untuk bisa diam dan tenang. So amazing!! Mungkin selama ini aq bisa diam, tapi hati ini udah ga tenang. Tapi kemarin itu aq benar-benar ngerasa tenang luar dalam.
Aq keluar dari kamar itu menuju kamarku. Sesaat aq berdoa mengucap syukur ama Tuhan Yesus karena Dia mengabulkan doaku untuk diberi kesempatan lebih baik lagi dalam mengontrol emosi dan rasa sukacita serta damai sejahtera dalam hatiku. Aq sangat bersyukur buat hari itu, luar biasa, dan Dia memang selalu hebat dalam hidupku…merangkai tiap jalinan kasih dalam hidupku dengan sempurna dan indah!!!
Makasih banyak Tuhan Yesus…
Recent Comments