Aku ingin bicara banyak dengan-Mu
Seolah – olah selama ini aku tidak sekali pun diberi kesempatan
Padahal berulang kali aku diberi peluang
Peluang yang akhirnya kusia-siakan
Perulangan waktu dengan kata yang sama….”maaf”
Mungkin Kau juga sudah sangat lelah mendengarku
Berulang kali jatuh dalam lubang yang sama
Bukan cuma dua kali, tapi lebih dari dua ratus kali
Itu artinya aku beratus – ratus kali lebih bodoh dari keledai…
Ini aku ya Tuhan
Aku rindu dan ingin selalu di dekat-Mu
Ya, aku terlalu penakut kalau tidak hidup di dalam-Mu
Di luar sana terlalu terik, gelap, dan menyengat
Aku ingin memeluk-Mu, Bapa
Tapi apakah aku layak??
Aku terlalu kotor, nista dan berdosa
Hari ini aku sedang berada di telaga sepi dan tenang
Menyaksikan betapa banyaknya nestapa berkeliling
Dan aku tertegun…hanya sendiri…bahkan tanpa suara angin
Pemandangan yang serba sulit
Lamunanku tersadar saat Sang Arsitek Kehidupan menjamahku
Menjamah…tepat di pusat kegagalanku..
Di titik nadir keputusasaanku
Di tengah segala gundah gulana
Di lautan masalah
Tangisku berderai…
Gigiku tertahan, mulutku ternganga
Aku hanya diam
Tak sanggup berkata – kata
Bebanku terasa ringan
Semangatku kembali pulih
Relung ini tidak lagi penuh sukma
Tidak sedikit pun ada rasa dihakimi
Keajaiban rasa yang sebenarnya tidak perlu diragukan lagi Sumbernya
Aku terbangun…
Dan masalahku masih ada
Dia masih terkapar sakit
Kertas – kertas itu masih tertimbun
Suaranya masih menyalak keras
Pilu itu juga tetap terdengar
Tapi kini semua terlihat berbeda
Kaca mataku telah berganti
Semuanya terasa damai dan menguatkan
Seperti terangkat dan aku diberi kepastian
Disegarkan lagi tentang artinya pengharapan dan anugerah kasih
Hanya ada kata ‘optimis’ dan ‘luar biasa’
Terima kasih, Bapa…
Ampuni aku yang masih belum bisa membuat-Mu bangga..
Dan puji syukur karena aku tak pernah kehilangan kata – kata
Untuk terus Mengandalkan-Mu.
Seuntai doa untukmu….

0 Responses to “Mengandalkan_Mu”