12
Dec
08

[novel] Jalan Menikung – Umar Kayam

Mengikuti kuliah Apresiasi Sastra semester ini, memberi aku kesempatan untuk sedikit menuangkan beberapa poin penting dalam buku ini. Menurutku, poin penting tersebut seperti ini :

1. Transformasi budaya terjadi dalam keturunan keempat Sastrodarsono. Hal ini terlihat dari Anna yang asli keturunan Jawa menikahi Boy yang keturunan Cina. Begitu pula Eko yang asli keturunan Jawa menikah dengan Claire yang asli keturunan Yahudi. Transformasi budaya ini meliputi perubahan pola pikir dan gaya hidup. Anna dan Eko tidak lagi menganut sikap anti terhadap kebudayaan lain selain budaya Jawa, yang masih dianut orang tua dan moyang mereka. Begitu juga dengan Claire yang tidak lagi diharuskan menikah dengan orang Yahudi, sebab di keluarga besarnya juga telah banyak terjadi perkawinan campur.

2. Transformasi budaya seringkali tidak mudah terjadi sebab nilai – nilai yang dipegang oleh suatu komunitas dianggap sebagai sesuatu yang “sakral” dan “ideal”. Dengan demikian akulturasi dan transformasi budaya dianggap sebagai ancaman. Dalam novel ini, proses transformasi budaya tidak mengubah seluruh identitas asli dari tokohnya. Hal ini tampak dari Eko, yang walaupun sudah tinggal di Amerika dan menikahi orang Yahudi asli, Eko masih tetap menyadari eksistensi dirinya dalam kebudayaan Jawa yang mengakar kuat dalam hidupnya. Transformasi budaya hanya menjadikan Eko lebih terbuka dengan kebudayaan lain di luar Jawa yang tentunya tidak semuanya buruk.

3. Transformasi budaya terjadi disadari atau tanpa disadari. Tommi, yang dari nama saja sudah tidak lagi nama Jawa, memang masih menganut kebudayaan Jawa yang kuat. Namun di sisi lain, kekayaan dan relasinya dengan pihak lain selain Jawa menjadikannya sebagai khas orang Jawa kaya yang modern. Perubahan ini berakulturasi dengan kebudayaan Jawa yang dianutnya.

4. Perubahan zaman yang disertai dengan kemajuan sains, teknologi, dan seni mengantarkan manusia menuju peradaban yang lebih bebas dan transformasi budaya yang lebih cepat. Hal ini tidak dapat dipungkiri, dan Umar Kayam mencoba menjelaskan tanda – tanda peralihan tersebut melalui tokoh dalam novel Jalan Menikung ini.

5. Relevansi cerita dalam novel ini juga menggambarkan realitas kehidupan dalam sistem sosial yang ada di Indonesia kini. Transformasi budaya sudah banyak terjadi di hampir seluruh kota – kota besar di Indonesia. Tentunya hanya tinggal menunggu waktu saja, Indonesia akan kehilangan identitas aslinya jika saja para penerusnya tidak berusaha untuk melestarikan budaya asli Indonesia.

Tugas membaca novel ini nampak bukan lagi seperti menghabiskan waktu di kala deadline Tugas Akhir mendera. Tapi sudah menjadi bagian yang menarik karena ada kesempatan mengambil hikmah dalam hidup berbudaya di Indonesia ini.

Sekian ulasan resensi saya. Terima kasih.


2 Responses to “[novel] Jalan Menikung – Umar Kayam”


  1. 1 yulia putri aslami
    December 9, 2009 at 16:10

    thaxs atas resensinya….
    membantu dalam tugas sekolah saya…
    saya kurang bisa mengartikan tiap-tiap katanya…karena mungkin novel lama

  2. December 13, 2009 at 16:10

    Sama2 Yulia, semoga bermanfaat ya. :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


quote for today

Kegagalan itu hanya "pitstop" untuk menyusun strategi menuju kesuksesan...SEMANGAT!!!

YM! : beckha_sq

Have Been Visited

  • 3,896 HITS

!!TWITTER!! follow me @rebeccadeswita

 

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.