02
Oct
11

My 25, full of blessings. Thank you dear You.

Hai hai. Akhirnya saya berada juga di usia ini, hari ini.

Puji Tuhan!

Saya pendosa dan selalu dibukakan pintu untuk kembali ke jalan yang benar. Hingga apapun yang terjadi di usia ini, segala kebaikan dan berkat hanya berasal dari tangan kuasa-Nya.

Puji Tuhan!

Untuk Bapak, Mama dan kedua abangku yang selalu mendoakan dan mendukung langkahku hingga di usia ini. I love them so much. #pelukerat# Betapa banyak keajaiban dan kasih kebaikan-Nya yang tercurah akhir2 ini bagi keluarga ini. Aku berterima kasih banyak ya Bapa. :D

Puji Tuhan!

Semua sahabat yang kau percayakan bagiku. Semua teman yang ikut menjadi saksi dalam perjalanan hidup ini sampai aku ada di usia ini. Tanpa perlu kuukir, Engkau sudah mengizinkan mereka menjadi perpanjangan tangan-Mu ya Tuhan.

Puji Tuhan!

Untuk mata yang telah Kau bukakan. Untuk kebenaran yang semakin Kau singkapkan. Untuk kasih dan janji-Mu yang tidak pernah berubah. Untuk tetap setia menanti aku bertobat. Untuk memberikan aku kesempatan bangkit lagi dari segala keterpurukan.

Dan….

Untuk…

Menjadikannya semua INDAH PADA WAKTU-NYA….

I love you more and more, dear Lord.

Thank you for adding 1 year in my life. It’s not about the number of ages, but this is about lots of Your blessings in my life.

Praise the Lord. :D

11
Jun
11

Mengandalkan_Mu

Aku ingin bicara banyak dengan-Mu

Seolah – olah selama ini aku tidak sekali pun diberi kesempatan

Padahal berulang kali aku diberi peluang

Peluang yang akhirnya kusia-siakan

Perulangan waktu dengan kata yang sama….”maaf”

Mungkin Kau juga sudah sangat lelah mendengarku

Berulang kali jatuh dalam lubang yang sama

Bukan cuma dua kali, tapi lebih dari dua ratus kali

Itu artinya aku beratus – ratus kali lebih bodoh dari keledai…

Ini aku ya Tuhan

Aku rindu dan ingin selalu di dekat-Mu

Ya, aku terlalu penakut kalau tidak hidup di dalam-Mu

Di luar sana terlalu terik, gelap, dan menyengat

Aku ingin memeluk-Mu, Bapa

Tapi apakah aku layak??

Aku terlalu kotor, nista dan berdosa

Hari ini aku sedang berada di telaga sepi dan tenang

Menyaksikan betapa banyaknya nestapa berkeliling

Dan aku tertegun…hanya sendiri…bahkan tanpa suara angin

Pemandangan yang serba sulit

Lamunanku tersadar saat Sang Arsitek Kehidupan menjamahku

Menjamah…tepat di pusat kegagalanku..

Di titik nadir keputusasaanku

Di tengah segala gundah gulana

Di lautan masalah

Tangisku berderai…

Gigiku tertahan, mulutku ternganga

Aku hanya diam

Tak sanggup berkata – kata

Bebanku terasa ringan

Semangatku kembali pulih

Relung ini tidak lagi penuh sukma

Tidak sedikit pun ada rasa dihakimi

Keajaiban rasa yang sebenarnya tidak perlu diragukan lagi Sumbernya

Aku terbangun…

Dan masalahku masih ada

Dia masih terkapar sakit

Kertas – kertas itu masih tertimbun

Suaranya masih menyalak keras

Pilu itu juga tetap terdengar

Tapi kini semua terlihat berbeda

Kaca mataku telah berganti

Semuanya terasa damai dan menguatkan

Seperti terangkat dan aku diberi kepastian

Disegarkan lagi tentang artinya pengharapan dan anugerah kasih

Hanya ada kata ‘optimis’ dan ‘luar biasa’

Terima kasih, Bapa…

Ampuni aku yang masih belum bisa membuat-Mu bangga..

Dan puji syukur karena aku tak pernah kehilangan kata – kata

Untuk terus Mengandalkan-Mu. :D

Seuntai doa untukmu….

02
Jun
11

Selamat Hari Kenaikan :D

Lord I Lift Your Name on High

Written by Rick Founds
Lord, I lift your name on high
Lord, I love to sing your praises
I'm so glad you're in my life
I'm so glad you came to save us
You came from heaven to earth
to show the way
From the earth to the cross
My debt to pay
From the cross to the grave
Fom the grave to the sky
Lord, I lift your name on high

Happy Ascension Day all.
Selamat hari kenaikan Tuhan Yesus ya.
God bless you. :D
Taken from : http://www.worshiparchive.com/song/lord-i-lift-your-name-on-high
 
04
Mar
11

Love you, bro…

Hari ini tergerak ingin menulis. Tadinya mau tulis topik lain. Tapi entah kenapa jadi pengen tulis ini. Ya, apapun topiknya, yang penting hasrat menulis ini terluapkan. :)

Ini soal si sulung. Belakangan ini aku sering kangen dengan si sulung itu. Entah kenapa perasaan kangen ini gak terbalaskan cuma liat foto, telpon, atau apapun tanpa ketemu muka langsung. Sampai pasang wallpaper di HP. Tapi tetap aja terasa hampa. Dan rasanya ada yang berubah dari dia. Sama sekali jauh dari kebiasaannya. Akhir – akhir ini dia begitu lemah. Huff… lagi – lagi air mata ini menggantung.

Masih ingat terakhir kali kita ketemu. Waktu itu kepalaku pusingnya minta ampun. Masuk angin kayaknya. Kebetulan di dalam mobil, dia duduk di belakangku. Pas aku mundurkan jok ke belakang, sambil pegang kepala. Dia bilang, sini kupijit dek. Dengan senang hati, aku memberikan kepalaku untuk dipijit. Terasa lama. Sampai akhirnya aku sendiri gak enak, dan minta berhenti. Hehehe….

Ada lagi foto – foto. Aku minta foto kami berdua dari camdig. Tapi sampai sekarang belum kesampaian. Entah kenapa waktu mau pindahin data dari camdig ke laptop bulan lalu, ada aja masalah. Sayangnya sekarang dia belum bisa kirim foto itu. Tapi dalam waktu dekat ini aku pulang, aku pasti minta foto itu. Karena kami dua terasa manis. :D

Hemm…gak tau mau tulis apalagi. Aku cuma pengen bilang betapa kangennya aku sama abangku itu.

Get well soon my bro. I always love you. :D

02
Mar
11

Akulah kumpulan dosa itu

Mata ini terbuka. Mencari – cari setitik cahaya yang bisa menerangi tempatku berada. Dan akhirnya, di ujung sana aku menemukannya juga. Dari sini, aku yakin pasti ada surga cahaya di sana. Sett..aku diam. Kakiku terhenti. Mataku menyipit beberapa saat. Perlahan aku mundur. Lambat sekali sampai rasa takut mengalir deras di pembuluh darahku. Aku terus dan terus mundur. Hingga aku tak sadar sudah ada jurang menanti di ujung belakangku. Hanya tinggal 10 meter lagi. Aku menoleh ke belakang dan terkesiap. Kalau aku terus menatap ke depan, bisa saja aku jatuh dan terkapar di jurang terdalam itu. Hufff,,,,aku bernafas lega.

Sekarang aku benar – benar berhenti. Kakiku diam tapi masih terasa gemetar. Peluhku merayap di seluruh tubuhku. Aku berusaha mengatur nafasku. Turun naiknya terasa jelas bergema. Pinggangku perlahan meliuk, kakiku terlipat, dan kini aku sudah duduk. Aku lelah, pikirku. Dan akhir – akhir ini aku sering kelelahan.

Masih teringat jelas di kepalaku bagaimana tanganku mengacung sempurna, mulutku berdesis tajam, mataku menyorot aneh, dan hatiku berontak panjang. Mereka kumpulan dosa itu. Aku bersih, kawan. Tanpa cela dan tanpa darah kotor. Maka, jelas sekali aku berhak menudingmu. Wajar sekali aku heran dengan gaya hidupmu. Sampai aku pusing kenapa kau bisa bertahan dengan cara hidupmu. Maaf kawan. Disini ada pagar pembatas di antara kita. Kau hitam, aku putih.

Topengku berganti. Putaran masa lalu mengerjap – ngerjap. Potongannya seperti jelas di tiap waktu. Seolah – olah itu murni masa lalu. Tapi tidak. Aku sering mengulanginya, entah hanya dalam fantasi atau pelampiasan. Benar – benar menjijikkan. Ya, aku bisa bilang begitu. Karena sekarang kartuku putih. Aku telah dibebaskan.

Brukkk…Lamunanku tersadar. Ternyata mataku sedari tadi tertutup. Saat kubuka, tiba – tiba ada suara yang mengejutkanku. Suara yang berat namun penuh wibawa.

“Hanya karena kau sudah memohon ampun dan diampuni. Disucikan dan dibersihkan dari dosa, bukan berarti kau bebas mengacungkan tanganmu, tertawa dari mulutmu, berujar sadis, dan melupakan siapa masa lalumu. Karena dari semua acungan telunjukmu, kau sedang mengacung untuk dirimu sendiri”

Aku mengucek – ucek mataku. Dari mana suara itu. Saat aku sedang mencari – cari, suara itu bergaung lagi.

“Kau lihat cahaya di sana?? Kau takut bukan?? Kalau tidak, kenapa kau mundur?? Jangan terlalu banyak pembenaran. Aku mengenalmu jauh lebih baik dari siapa pun di rumahmu. Aku tahu ada perasaan kacau saat telunjukmu terangkat. Aku tahu semua itu. Juga tahu kenapa kau takut menuju cahaya itu. Karena itu berarti aibmu akan terbuka bukan?? Dosamu akan terkumpul jelas??”

“Siapakah kau??” Aku memberanikan diri bertanya, sambil terbata – bata.

“Kau tahu siapa aku. Dan aku hanya ingin kau mencari jalan yang seimbang antara masa depan dan masa lalumu. Menjadi bijak tanpa mencemooh orang yang tak bijak. Menjadi berkat dan memandang masa lalumu sebagai pelajaran yang harus kau usahakan agar orang lain terbebas dari itu.”

“Aku bingung…” Kata – kataku menggantung pasrah.

“Kau tak akan bingung lagi. Penggodamu di masa lalu sedang mencobai pikiranmu. Sekarang, bangkitlah. Berjalan lurus terus ke depan tanpa ragu. Hentakkan langkahmu dengan mantap. Hingga kau tiba di asal setitik cahaya itu.”

“Tapi aku gak bisa. Aku lelah dan gak sanggup.”

Aku terus meracau. Tapi suara berat itu tak bersuara lagi. Dia tidak menanggapi semua perkataanku lagi. Aku mendongakkan kepalaku ke setitik cahaya yang terasa lebih redup dengan yang tadi. Entah apa yang menggerakkanku. Tapi ada semangat yang mengganti rasa takut di pembuluh darahku. Semangat yang masih kecil tapi terasa terus membakar. Aku menarik tubuhku perlahan berdiri. Helaan nafasku terasa berat dan ringan secara bersamaan. Kekuatan yang aneh.

Aku melangkah terus. Hingga setitik cahaya itu semakin jelas, jelas dan jelas. Diameter yang memancar semakin besar dan lebar. Aku terhipnotis oleh keindahan cahaya yang tidak menyilaukan mataku. Dan akhirnya aku berhenti saat mataku mulai terganggu dengan kilauan cahayanya.

Aku termangu dan terdiam. Tak tahu sedang bicara apa, berpikir apa, merasa apa, dan berbuat apa. Tapi layakkah aku menikmati pemandangan seindah ini??? Di depanku terhampar keindahan surga cahaya. Mataku silau karena kilatan cahayanya semakin meninggi. Dan aku hanya perlu adaptasi.

Aku tersungkur. Segala memori masa laluku menguap.

Memoar BC

13
Nov
10

Sudut Pandang

Seringkali kita berbeda sudut pandang saat membicarakan berbagai hal dengan orang lain. Bahkan, kita juga sadar bahwa tiap hal, sekecil apapun, pasti memiliki pro dan kontra. Tak asing juga terdengar di telinga kita bagaimana sebaiknya kita harus mengolah pro dan kontra itu menjadi sesuatu yang membangun, bukan malah merusak. Memberi ruang pada perbedaan sehingga tiap orang dipuaskan.

Masih ingat teori relativitas milik Einstein? Yap, dunia itu begitu relatif termasuk tentang bagaimana kita memandang, menilai, dan membicarakan sesuatu. Saya pernah harus berdebat panjang dengan teman kuliah tentang arti ‘janji kampanye’. Mungkin kalau saya tidak menjadi bagian dari penentu keputusan untuk menepati atau mengingkari janji kampanye tersebut, saya tidak akan sekeras itu berdebat. Sesuatu yang mungkin tidak diambil pusing oleh yang lain, bahkan orang yang dijanjikan itu sendiri. Tapi, saya sebut itu tanggung jawab moral. Dan semua orang yang menentang saya saat itu menyinggung tentang “fleksibelitas”.

Apa perbedaan antara relatif dan fleksibel ?

Supaya jelas, saya akan coba buka Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online. Disana, relatif diartikan  tidak mutlak; nisbi. Sedangkan fleksibel berarti lentur; mudah dibengkokkan; 2 luwes; mudah dan cepat menyesuaikan diri. Apakah yang menjadi arsiran antara definisi 2 kata tersebut? Menurut saya, 2 kata itu bisa dikatakan sebagai sesuatu yang tidak baku, kaku, dan ada ruang untuk perbedaan. Jadi ingat 1 kata lagi untuk dibahas, yakni “kompromi”.

Intinya dalam hidup ini kita harus mengedepankan relatif, fleksibel, atau kompromi itu. Agar apa? Agar semua orang bisa menerima kita sebagai orang yang bijak? Agar kita bisa diterima semua orang? Agar kita dianggap sebagai penengah? Agar kita bisa membuat orang senang dengan pendapat kita? Agar tidak ada perdebatan panjang yang membuat kita akhirnya akan mengeluarkan pernyataan “Semua ada baik buruknya, ada pro dan kontra, tidak ada yang salah dan benar, tergantung sudut pandang kita masing – masing.”

Lahhh..apa pula “sudut pandang” itu?

Apapun makna sudut pandang, tapi itu membuat kita sadar ada banyak hal di dunia ini (bahkan semua hal, mungkin??) yang bisa diperdebatkan, bisa dinilai dalam berbagai parameter, bisa salah dan benar, bisa menang atau kalah, atau mungkin bisa jadi terlalu naif atau sangat jahat. Many things will be depends on uncertainty. Is that right?

Saya terlalu sering mengalami perdebatan yang panjang untuk menempuh kebenaran hanya akan diakhiri dengan relatif, fleksibel, dan sudut pandang. Lalu buat apa kita berdebat?? Selalu saja debat dihubung – hubungkan dengan menang – kalah, hebat - mati kutu, atau mempengaruhi – dipengaruhi.

Saya coba buka kamus lagi untuk kata baru yang mengusik. “Debat”. Berdasarkan KBBI versi online, debat berarti pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Ada 2 kata yang saya garis bawahi.

Bukannya alasan bisa dikategorikan pendapat? Dan semua hal terkait pendapat masih relatif? Saya tambah lagi. Pernah dengar kalimat “belum teruji kebenarannya”. Apa alat ukurnya? Bukankah alat ukur itu juga masih bisa diperdebatkan, yang ujung – ujungnya bisa berakhir dengan relatif, fleksibel, dan sudut pandang?

Wah, kepala saya pusing memikirkannya. Mungkin kepala saudara tidak. Bisa jadi saudara bilang narasi ini terlalu dangkal, tidak penting, atau ‘apa sih?’. Tapi buat saya, semuanya menjadi tidak penting. Karena segala sesuatu bisa dipandang lebih dari 1 sisi bukan? Lantas, apalagi ya yang bisa membuat orang tetap membusungkan dada untuk menyombongkan diri di dunia ini?

Perlahan tapi pasti, segala bentuk relativitas, fleksibelitas, dan sudut pandang menjadi sangat terkenal. Terkenal dengan bentuk kontra tak berkesudahan. Walaupun ada yang pro tentunya. :)

Untuk mengantisipasi itu semua, mau tidak mau, bisa tidak bisa, diterima atau tidak, banyak pakar mengalihkan perdebatan dan kontra berkepanjangan itu menjadi sebuah “standar”. Yap, standar yang entah acuannya dari mana kemudian dibakukan dan disebarluaskan sebagai sesuatu yang asli, diakui, dan dijamin. Bahkan dianggaplah itu sebagai suatu ‘kebenaran’. Wow… Padahal siapa yang bisa menjamin kebenaran ‘acuan’ itu? Bukannya masih bisa diperdebatkan?

Ah, cukup sudah rasanya membahas itu semua. Pasti Anda punya pendapat yang berbeda. Tapi saya tidak akan memperdebatkannya, atau bahkan membuat suatu standar yang dianggap ‘kebenaran’. Yang saya lakukan hanyalah belajar menyadari bahwa tidak segala sesuatunya relatif. Bahkan untuk sesuatu yang selalu kita anggap ‘relatif’. Tidak semuanya bisa dilenturkan karena fleksibel. Termasuk soal sudut pandang, yang kadang hanya kita gunakan sebagai ruang pembebasan diri, pembenaran diri, dan entah apa lagi.

Belajarlah mendengar, sesuatu yang di luar kemampuan kita. Belajarlah melihat, apapun yang selama ini terlalu dibuat abu – abu. Dan pada akhirnya kita menyadari bahwa ada kebenaran yang tidak relatif, fleksibel, tergantung sudut pandang serta tidak bisa diperdebatkan. Kebenaran yang tak peduli kita akan puas atau tidak. Dan itu keluar untuk kita sendiri, tapi bukan dari dalam diri kita.

13
Jun
10

get it back..now or never!!

Yeheheee…. :D

Today, rasanya pengen senang2 deh…Ck, sayang besok uda kerja lagi.

Hmm…Semua gara2 trial error sistem baru di kantor nih. Smuanya jadi harus rela meluangkan waktu. Yahhhh…worth it sih..jadi nambah ilmu. Cuma namanya juga manusia, butuh senang2 lebih lama la,,,gak mau diganggu dari waktu standarnya…hehehe…

Oia, teringat sistem nih..I want to tell something..about my point of view….tentang?? yaaa..apalagi kalo ga ttg sistem.

Kemaren itu, segerombolan konsultan salah 1 ERP datang ke kantor. Wedehhh…keliatan deh mereka orang2 pinter, tampangnya ‘out of the box’ gitu…..hahahaha…no offense…coz it means they’re look unique and special…(halahhh)..

Nah, diterangin deh semuanya tentang standar ERP mereka, what will be customize, support, enhance, and bla bla bla….

Sembari mereka nerangin, aku malah menerawang entah kemana. Soalnya kadang2 tampilan mereka di depan gak kebaca dan ga menarik sihhh. Atau emang mataku aja yang uda buta dan ga ngerti kali yaaa…hahahhaa…

Waktu aku menerawang2 itu, sebenernya aku agak bertanya2 dalam hati…pertanyaannya cuma 1….

“So, what will be happened if many companies, even all companies around the world use ERP/integrated system?”

Hahaha….waktu kabel2 di otakku mau memberi jawaban, dia menyambungkan synaps2-nya dulu (hahahha….padahal tak tau apa artinya synaps….gaya lo bek!!!)…ke buku apa gituuu judulnya, pokoknya pernah kubaca dehhhh…tentang money2 gitu, will be replace with barcode and 666 codes…jadi, intinya di buku itu, at the end,, with a sophisticated technology around the world, we can see what will be happened in our earth-kingdom with monopoly and so on so on….hahhaha…panjang ngejelasinnya…simpelnya, technology will drive you to what the ‘people/??-behind-technology’ wants…serem yaaa….hahaha..apa seramnya ya??!! emang kalo belum baca,,atau belum nerawang2 dikit,,,belum kebayang seremnya dehhh…heheheh

back to the topic… :)

waktu tuh synaps hubungin pertanyaanku dengan ingatan baca buku itu, aku jadi membayang2kan,,ditambah dengan mereka bilang kalo data2nya itu akan ditempatkan di 1 server….”unified single database”…uhuyyy…nampaknya canggih amat yaa….yeahh, tapi pasti kita juga uda tau,,,data2 kita ada di mereka, dikontrol dengan sistem mereka, dan akhirnya setelah sistem mereka terimplementasi, kita jadi tergantung dengan sistem mereka, sampai2 kita cuma bisa percaya aja, kalo misalnya di dashboard BOD ada lampu merah untuk penjualan si A, itu jadinya berarti si A emang harus dikasi ‘sanksi’….

tenang…tenang…

pasti konsultannya atau bahkan vendornya juga akan bilang kalo data2 akan dirahasiakan dan dijamin…we’ll guarantee it so bad…yaaa..kalo sekarang, trust it dehh…pasti will be saved…’secured 100%’….tapi coba kalo mereka pelan-pelan, hitungan berapa taon lagi yang kerasa, setelah mereka menguasai pasar, mereka punya hampir semua data2 perusahaan besar, dan they have a controll with all of that….masih pada percaya gak mereka gak akan ngapa2in tuh data ato bahkan ngacak2 perusahaan kita?? husss…jgn shuodzon gt donggg…!! hahahaha…yap,, i’ll try…

my honours for all of ERP’consultant in Indonesia and all around the world… :)

disini, gak ada niat sama sekali menyinggung kawan2 konsultan ERP, yang emang uda pinter banget, mati2an kerjanya…. sial amat kalo aku malah tidak mengapresiasi kerja mereka. ya gak??

sejujurnya, aku sangat respek dengan para konsultan ini. yang aku angkat disini adalah teknologi and man behind the technologynya. bukan konsultannya, tapi “otaknya” sistem ini, yang aku agak yakini dia itu bukan manusia lagi. yeahhh,,,you know la what i mean…

dan, entah sistem mana yang mau dipake kantorku, hahhaha…yang penting mah aku kerja sebisanya, semampunya…ada bagusnya juga sih pake sistem, gampang analisis data….ga kek sekarang, dapat data berapa pengambilan di gudang aja,,susah amattt!! hahahhaha….

ok deh, aku cabs dulu…uda waktunya senang2….have fun pals!! :)




quote for today

Kegagalan itu hanya "pitstop" untuk menyusun strategi menuju kesuksesan...SEMANGAT!!!

YM! : beckha_sq

Have Been Visited

  • 3,684 HITS

!!TWITTER!! follow me @rebeccadeswita

 

January 2012
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.